Sabtu, 14 Juli 2012

Outbound Mahasiswa ITB di SEAMOLEC [session jual bolpoin]

Pada hari kamis, 12 juli 2012,
gwa uda berada di Kota Tangerang dan melaksanakan Outbound di hari pertama yang dibina oleh Bapak Stanley. Saat outbound dibagi menjadi 4 kelompok yaitu tim kuda yang dipimpin oleh Reka, tim kerbau yang dipimpin oleh Reza, tim harimau yang dipimpin oleh Gempa, dan tim matahari dipimppin oleh Cici. Langsung aja pada topic pembicaraan yaitu “Tiap Tim Berjualan bolpoin”.

Disaat itu kita disuruh untuk membuang rasa malu, berani, malas, dan berusaha untuk belajar berwirausaha. Kita disuruh menjual bolpoin yang seharga Rp. 2500 dengan harga setinggi – tingginya dengan alasan untuk membantu teman-teman kita yang juga berkuliah di ITB SEAMOLEC yang saat ini kesulitan dalam biaya. Saat itu gwa ada di tim kerbau nih bersama Reza dkk. Kita diberi waktu 1 jam untuk keliling menjual bolpoin tersebut, jika tim kita berpenghasilan yang lebih banyak dari tim lain, kita akan menang. Tim kerbau dibagi lagi dan gwa waktu itu dengan Alman, Wuri, dan Imam.

Jam 5 tepat gwa dan teman – teman mulai berpencar mencari mangsa (kayak harimau aja, padahal kerbau) / pembeli, pertama kita coba tawarkan kepada seseorang pegawai yang sedang berjalan dengan payung, sebelum gwa menawarkannya, gwa bilang pada diri sendiri “bismillah aku bisa”. Gwa langsung aja bilang, “permisi ibu, maaf sebelumnya udah mengganggu perjalanan ibu, hujan-hujan pula, bisa minta waktunya sebentar, ibu?”,

Perjalanan awal Mencari ilmu ke ITB dan SEAMOLEC

7 Juli 2012,
Ketika itu aku mengerti nama ku termasuk dalam daftar list penerimaan mahasiswa ITB SEAMOLEC, seneng juga sih, pengen ikut, tapi kasihan orang tua, mereka udah pada sepuh, adek nakal – nakal kalo gak ada kakaknya (aku), pengen kuliah deket aja (pikirku), bingung banget waktu itu. Tapi yang bikin aku semangat membara, orang tua tambah memberi dukungan lebih untuk masuk ITB. Ibu bilang yowes tho le, mama e nurut sampean, lek pancen sampean pengen tenan mlebu neng ITB, gak opo opo, pokok sampean tenanan gituu katanya (hiks hiks), dan lain dari itu pacarku mendukung ku juga lho, katanya demi menuntut ilmu hehehe (aku tau kalau itu berat, gak papa ya sayang).

Baiklah! perlengkapan udah OK, persyaratan udah OK juga, akhirnya aku dan teman – temanku ber-sembilan berangkat juga ke bandung buat daftar ulang. Aku ber-lima dengan teman ku Condro (Chandra), Budek (Budi), Asu (Gheta), dan Koprel (Dhimas) berangkat dari blitar, trus tiga temanku germi, mbak suke dan luluq berangkat dari blitar, dan satu temanku si seno udah stand-by di bandung. Kita ber-lima berangkat naik bis “Keramat Djati”, uuuh molor nya.!